March 28, 2011

MUSIK DALAM LITURGI

Posting ini sebenernya posting lama dan ada di awal-awal wkt bikin blog ini, dan dibagi dalam beberapa bagian (posting) dan judul. Mengingat banyak buanget usulan via email yg minta untuk masalah musik diposting ulang dan disatukan dalam satu judul, maka jadilah posting ini.....

Musik Liturgi adalah musik yang digunakan untuk ibadat / liturgi, mempunyai kedudukan yang integral dalam ibadat, serta mengabdi pada kepentingan ibadat. Dalam Sacrosanctom Concilium (SC) art. 112 dikatakan: “Musik Liturgi semakin suci, bila semakin erat berhubungan dengan upacara ibadat, entah dengan mengungkapkan doa-doa secara lebih mengena, entah dengan memupuk kesatuan hati, entah dengan memperkaya upacara suci dengan kemeriahan yang lebih semarak.”

March 26, 2011

MEMAHAMI DAN MENGHAYATI EKARISTI

PENGERTIAN
Ekaristi berasal dari bahasa Yunani "eukharistein" yang artinya mengucap syukur. Konteks ceritanya waktu Yesus meggadakan Perjamuan Malam Terakhir dengan 12 muridnya...Yesus mengambil roti, memberkati (eulogein - eulogesias) memecahkannya dan memberikan kepada para muridNya...Kemudian Ia mengambil Piala, mengucap syukur (eukharistein - eukharisteisas) dst. Ritus Yesus inilah (traditio mysteriorum) yang kemudian dijadikan model dalam liturgi Ekaristi. Tapi ada juga yang mengatakan dengan istilah "eulogia" (berasal dari kata EULOGEIN. Sebenaernya kedua kata itu menterjemahkan kata BARAK (BERKAT).

Kata eukharistia dianggap lebih tepat penggunaannya karena makna kata ini melukiskan seluruh tindakan bersyukur kepada Allah yang merupakan makna dari DOA SYUKUR AGUNG dalam misa. Makanya Doa Syukur Agung (prex eucharistia) menjadi bagian terpenting dalam Misa di mana puncak dari perayaan Ekaristi ada di dalam ritus ini yaitu DOXOLOGI (dengan pengantaraan Yesus dan bersama Dia serta bersatu dalam Roh Kudus....dst)

Tahun 1970 mulai dilakukan pembenahan dari Misa Trente (Missale Tridentium) yang diberlakukan sejak tahun 1570 yang akhirnya melahirkan MISSALE ROMANUM terbaru pada tahun 2002 yang intinya mengatakan bahwa "STRUKTUR MISA ROMAWI MENCAKUP DUA UNSUR YAITU LITURGI SABDA DAN LITURGI EKARISTI.

March 23, 2011

Sejarah Rabu Abu (dies cinerum)

Rabu Abu yang awalnya dikenal dengan nama dies cinerum (hari abu) adalah hari pertama masa Pra-Paskah, yaitu 40 hari sebelum Paskah (hari Minggu tidak dihitung) atau 44 hari (termasuk Minggu) sebelum Jumat Agung.  Pada Rabu Abu dan setiap hari jumat selama  40 hari tersebut umat Katolik berusia 18–59 tahun diwajibkan berpuasa, dengan batasan makan kenyang paling banyak satu kali, dan berpantang.

Pada Pada hari Rabu Abu, umat katolik datang ke Gereja dan diberi tanda salib dari abu sebagai simbol upacara ini pada dahinya. Simbol ini mengingatkan umat akan ritual Israel pada jaman dahulu di mana seseorang menabur abu di atas kepalanya atau di seluruh tubuhnya sebagai tanda kesedihan, penyesalan dan pertobatan (Ester 4:1, 3). Dalam Mazmur 102:10 penyesalan juga digambarkan dengan "memakan abu": "Sebab aku makan abu seperti roti, dan mencampur minumanku dengan tangisan."

March 10, 2011

PAKAIAN USKUP

Jika dalam posting sebelumya kita melihat tentang busana Liturgi dan warna liturgi, maka dalam posting kali ini kita akan melihat lebih dalam masih dalam konteks busana, yaitu Pakaian yang dikenakan oleh para Uskup. 

March 08, 2011

WARNA DAN BUSANA LITURGI

BUSANA LITURGI

Setiap mengikuti perayaan ekaristi, kita selalu melihat Pakaian dan warna yang dikenakan imam yang berperan sebagai In Persona Christi dalam memimpin ekaristi. Pakaian yang rata-rata orang menyebutnya dengan istilah "JUBAH" (meskipun sebenarnya bukan...) terdiri dari beberapa lapis dan beberapa bagian, di mana masing-masing bagian memiliki makna dan memiliki tata cara dengan doa saat imam mengenakannya. 

Setelah disahkannya kekristenan pada tahun 313M, Gereja terus menyempurnakan “siapa mengenakan apa, bilamana, dan bagaimana” hingga sekitar tahun 800 ketika norma-norma liturgis perihal busana pada dasarnya distandarisasi dan tetap sama hingga pembaharuan sesudah Konsili Vatikan Kedua. Untuk itu marilah kita lihat bersama terdiri dari apa saja pakaian yang dikenakan imam saat memimpin ekaristi satu persatu.

March 07, 2011

MENGENAL PERALATAN MISA

Setiap kali kita ke gereja dan mengikuti misa, ada pemandangan rutin yang selalu kita lihat, yaitu aktivitas Imam di altar yang dibantu oleh para misdinar. Dalam melakuakan aktivitasnnya selama memimpin Ekaristi, begitu banyak peralatan dan perlengkapan yang dilibatkan (perlatan dan perlengkapan misa).

Bagi kita yang pernah atau masih menjadi misdinar, peralatan misa ini tentunya sudah begitu akrab dan paling tidak kita tahu nama-namanya. Namun tidak sedikit juga diantara kita yang tidak tahu bahkan masih bingung dengan nama serta keguanaan dari peralatan tersebut. Untuk itu dalam posting kali ini, saatnya kita berbagi soal peralatan misa satu persatu sekalian dengan gambar agar lebih jelas.

PERALATAN MISA


PIALA (calix = cawan)
Piala adalah cawan yang menjadi tempat anggur untuk dikonsekrasikan, dimana sesudah konsekrasi menjadi tempat untuk Darah Mahasuci Kristus. Melihat fungsinya, maka Piala harus dibuat dari logam mulia. Piala melambangkan cawan yang dipergunakan Tuhan kita pada Perjamuan Malam Terakhir di mana Ia untuk pertama kalinya mempersembahkan Darah-Nya.

Piala melambangkan cawan Sengsara Kristus (“Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku,” Mrk 14:36); dan yang terakhir, piala melambangkan Hati Yesus, dari mana mengalirlah Darah-Nya demi penebusan kita.

March 06, 2011

MENGENAL SISTEM PEMERINTAHAN VATIKAN (bag-3 Tamat)

Takhta Suci sebagai Negara

Takhta Suci Vatikan yang pada dasarnya adalah pemerintahan Gereja Katolik, dalam kenyataannya secara aktif melakukan pula misi sekuler seperti negara-negara lainnya. Misi sekuler ini disamping telah digariskan dalam Traktat Lateran (1929) antara Pemerintah Italia dengan Takhta Suci Vatikan, landasan misi tersebut lebih dipertegas dalam Konsili Vatikan II, dimana antara lain ditetapkan bahwa Gereja Katolik berhak menganggap dirinya mempunyai panggilan untuk memberikan bantuan secara aktif terhadap masyarakat dunia dengan jalan mempererat persatuan dan persaudaraan umat manusia.

Berdasarkan misi tersebut, Takhta Suci Vatikan menjalankan “Roda Pemerintahannya”, yang pada dasarnya tetap bermuara pada tujuan religius yaitu terlaksananya kepentingan Gereja secara universal dan terbinanya hubungan baik diantara umat manusia.

March 03, 2011

MENGENAL SISTEM PEMERINTAHAN VATIKAN (bag-2)

Dewan Kepausan (Pontifical Council) 


Di Vatikan terdapat 11 Dewan Kepausan, yaitu:

Promoting Christian Unity 
Dewan ini bertugas memelihara hubungan dengan agama-agama  Kristen lainnya. Dibawah Dewan ini terdapat pula Komisi hubungan dengan agama Yahudi.
Bishop Kurt Koch
the new president of the Pontifical Council
for Promoting Christian Unity.

March 01, 2011

MENGENAL SISTEM PEMERINTAHAN VATIKAN (bag-1)

Sebagai orang katolik, kata vatikan, Roma, Paus, Tahta Suci sudah begitu akrab di telinga kita. Tetapi tidak semua umat katolik yang mengetahui seperti apa pemerintahan di vatikan yang dipimpin oleh Paus yang juga merupakan hirarki tertinggi dalam struktur gereja katolik. Untuk itu secara bertahap, mari kita tengok seperti apa jalannya pemerintahan di vatikan.

Sri Paus adalah Kepala Negara Kota Vatikan dan Kepala Pemerintahan Takhta Suci. Kekuasaan tertinggi di Vatikan bersifat monarki yang dipilih tetapi absolut, teokratis dan patrimonial, serta mempunyai kekuasaan penuh dalam hal legislatif, esekutif, dan juga judikatif.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Negara, Sri Paus dibantu oleh Komisi Kepausan Negara Kota Vatikan, yang mewakili Bapa Suci dalam menjalankan pemerintahan sipil Negara Vatikan sesuai dengan mandat khusus dari Sri Paus. Secara protokoler dalam hubungan antar bangsa, Sri Paus berkedudukan dan mendapat perlakuan sebagai seorang Kepala Negara penuh. Sebutan kehormatan bagi Paus adalah His Holiness. Sri Paus, menurut Kitab Hukum Kanonik, mempunyai hak untuk mengangkat dan mengutus duta-dutanya baik ke Gereja-gereja lokal maupun ke negara-negara dan penguasa-penguasa publik yang mewakili pribadi Sri Paus sendiri. Pada saat ini Perwakilan Tahta Suci Vatikan ada di 183 negara dan berbagai organisasi internasional.